Program Kerja

  • Sosialisasi & Diseminasi
  • Jaringan Kemitraan
  • Advokasi
  • Capacity Building
  • Monitoring
  1. Sosialisasi ditujukan untuk menggugah kesadaran serta menumbuhkan pemahaman tentang hak-hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak (KHA) serta berbagai peraturan lainnya yang berkaitan dengan anak.
  2. Diseminasi ditujukan untuk menyebarluaskan berbagai temuan, kasus-kasus pelanggaran maupun implementasi peraturan perundangan yang berkaitan dengan hak-hak dan perlindungan anak. Tujuan akhir diseminasi adalah menggugah kesadaran dan menumbuhkan pemahaman pihak-pihak terkait khususnya dan masyarakat pada umumnya tentang hak-hak dan perlindungan anak.

  1. Untuk melakukan berbagai upaya perlindungan anak diperlukan kemitraan dengan berbagai pihak terkait. Jaringan kemitraan diharapkan dapat melaksanakan fungsi-fungsi yang saling berkaitan, antara lain mekanisme koordinatif, mekanisme rujukan dan sistem sumber yang berfungsi untuk menggalang kebersamaan dan keterpaduan atas aneka kegiatan perlindungan anak yang dilaksanakan berbagai unsur masyarakat guna penanggulangan masalah perlindungan anak yang lebih terpadu.
  2. Kemitraan merupakan salah satu unsur yang sangat menunjang keberhasilan organisasi, oleh karena itu LPA Jabar menjalin kemitraan dengan Lembaga Legislatif, Instansi Pemerintah Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Sosial, Lembaga Pendidikan, Organisasi Profesi, Media Massa, Dunia Usaha, Perorangan, serta Organisasi Internasional.

  1. Advokasi merupakan salah satu piranti gerakan perubahan sosial yang lebih besar dan secara menyeluruh, melalui jalur, wadah dan proses demokrasi perwakilan yang ada. Sasaran advokasi tertuju atau terarah pada kebijakan-kebijakan publik, dengan asumsi bahwa perubahan yang terjadi pada satu kebijakan tertentu akan membawa dampak positif atau paling tidak sebagai titik awal dari perubahan-perubahan yang lebih besar secara bertahap maju.
  2. Advokasi tidak hanya berarti membela, tetapi juga bisa berarti memajukan atau mengemukakan. Dengan kata lain juga berarti berusaha menciptakan yang baru, melakukan perubahan secara terorganisir dan sistematis.

Dalam rangka penguatan kelembagaan, berbagai upaya perlu dilakukan diantaranya melalui kegiatan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk peningkatan kemampuan pelaksana dalam penanggulangan masalah-masalah perlindungan secara optimal.
Monitoring Perlindungan Anak yang berbasis masyarakat, merupakan aktivitas untuk menemukan permasalahan pelanggaran hak anak dalam kasus-kasus individu, kelompok atau masyarakat secara langsung ataupun secara tidak langsung (misalnya; melalui media). Data dan informasi yang diperoleh akan menjadi bahan masukan untuk sosialisasi, advokasi, jaringan kemitraan serta capacity building.